tugas akhir

Rabu, 12 Maret 2025, sebanyak 34 mahasiswa berkumpul—bukan di kelas, bukan di kafe buat curhat tugas akhir—tapi di Zoom Meeting untuk mendengar langsung rahasia menaklukkan tugas akhir tanpa drama. Acara bertajuk “Kiat Sukses Menyusun Tugas Akhir: Metodologi, Penulisan, dan Strategi Publikasi” ini bukan sekadar sosialisasi biasa. Ini adalah kompas bagi mahasiswa yang tersesat di hutan belantara tugas akhir.

Acara dimulai dengan moderator Raja Sabaruddin, yang membuka diskusi dengan pertanyaan sederhana tapi bikin merenung: Sudah siap hadapi tugas akhir? Jawabannya? Banyak yang masih ragu-ragu.

Kaprodi Sistem Informasi Akuntansi, Miwan Kurniawan Hidayat, langsung menegaskan, “Memilih outline itu bukan sekadar asal pilih. Salah langkah di awal, bisa berabe di akhir.” Pesan ini jadi pembuka mata bagi banyak mahasiswa yang mengira tugas akhir hanya soal menulis dan sidang.

Di sesi pertama, Sri Wasiyanti dari UBSI Kampus Bogor, membedah seluruh seluk-beluk tugas akhir, mulai dari visi keilmuan, syarat akademik, hingga timeline pendaftaran. Ibarat peta jalan, ia memastikan mahasiswa tahu persis rute mana yang harus diambil agar tidak tersesat di tengah jalan.

Tugas Akhir Tanpa Drama

Kemudian, Dini Nurlaela dari BSI Career Center, membawa mahasiswa lebih jauh ke dunia setelah wisuda. Ia menjelaskan pentingnya Tracer Study, semacam “jejak digital” karier lulusan yang menentukan perkembangan kurikulum kampus. “Kalau kalian nggak ngisi Tracer Study, gimana kampus bisa tahu lulusannya sukses atau butuh dukungan lebih?” ujarnya.

Sesi diskusi jadi ajang curhat akademik. Ada yang bertanya tentang batasan referensi buku (maksimal satu tahun terakhir), ada yang bingung soal perusahaan riset (tidak dibatasi, asal bisa kasih surat keterangan minimal satu bulan), hingga pertanyaan soal pendaftaran tugas akhir bagi mahasiswa yang masih harus her (ujian perbaikan).

Latifah, selaku Ketua Panitia, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memastikan mahasiswa tidak salah jalan. “Jangan sampai kalian baru paham pas sudah deadline!” pesannya.

Dengan materi yang daging semua dan sesi tanya jawab yang penuh solusi, mahasiswa keluar dari Zoom Meeting bukan hanya dengan catatan, tapi juga dengan semangat baru. Kini, tugas akhir bukan lagi monster menakutkan, tapi tantangan yang bisa ditaklukkan dengan strategi yang tepat.

Sosialisasi ini bukan sekadar acara formalitas. Ini adalah panduan bertahan hidup di semester akhir. Dengan bekal dari para narasumber, mahasiswa kini lebih siap menghadapi tugas akhir dan juga masa depan mereka setelah lulus.

Jadi, masih mau menunda-nunda tugas akhir? Jangan sampai keteteran di ujung jalan!

Kategori:

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *