Namun, kali ini ada yang berbeda. Tak sekadar berbagi santunan dan paket berbuka puasa, UBSI Kampus Purwokerto juga ingin melindungi anak-anak dari ancaman dunia digital dengan edukasi tentang bahaya cyberbullying.
Di era serba daring ini, cyberbullying menjadi momok yang nyata, bahkan bagi anak-anak di panti asuhan. Banyak dari mereka yang sudah akrab dengan media sosial, tapi belum tentu memahami risikonya. Maka dari itu, UBSI Kampus Purwokerto mengangkat isu ini dalam sesi berbagi ilmu, dengan harapan anak-anak bisa lebih bijak dalam berselancar di dunia maya.
Chandra Kesuma, Kepala Kampus UBSI Kampus Purwokerto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial kampus dalam membangun kesadaran digital sejak dini.
“Kami tidak hanya ingin memberikan kebahagiaan lewat santunan, tetapi juga ilmu yang bisa mereka bawa seumur hidup. Cyberbullying itu nyata dan bisa berdampak buruk pada mental anak-anak. Dengan edukasi ini, kami berharap mereka bisa lebih memahami bagaimana menggunakan internet dengan aman dan bertanggung jawab,” ujar Chandra.
Dalam sesi edukasi ini, anak-anak akan diajak mengenali berbagai bentuk cyberbullying, dari komentar jahat hingga penyebaran informasi palsu. Mereka juga akan dibekali cara-cara melindungi diri dari perundungan online serta langkah apa yang harus diambil jika menjadi korban.
“Anak-anak ini mungkin belum punya pengalaman buruk di media sosial, tapi kita ingin memastikan mereka tahu cara menghindarinya sebelum terlambat. Dunia digital itu punya dua sisi – bisa jadi tempat belajar, tapi juga bisa jadi tempat yang berbahaya kalau tidak digunakan dengan bijak,” tambahnya.
Selain sesi edukasi, acara ini juga akan diisi dengan penyerahan santunan dan paket berbuka puasa bagi anak-anak yatim di Panti Asuhan Daarul Hadlonah. Dengan adanya kegiatan ini, UBSI ingin menciptakan Ramadhan yang penuh makna – bukan hanya bagi anak-anak panti, tetapi juga bagi mahasiswa dan civitas akademika yang ikut serta.
Tak hanya itu, UBSI Kampus Purwokerto juga mengajak mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi, baik melalui donasi maupun dengan hadir langsung dalam acara ini.
“Kami ingin menanamkan nilai kepedulian dan berbagi, terutama kepada mahasiswa. Karena pendidikan bukan hanya soal teori di kelas, tapi juga soal membangun empati terhadap sesama,” tutup Chandra.
Dengan semangat kebersamaan dan edukasi, UBSI Kampus Purwokerto berharap kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi semua yang terlibat. Karena di bulan penuh berkah ini, berbagi ilmu dan kebaikan adalah investasi terbaik untuk masa depan.
0 Komentar