Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak berkumpul—bukan untuk rapat biasa, tapi untuk memastikan perkuliahan semester ini lebih relevan, lebih terarah, dan pastinya lebih berbobot.
Lewat forum Persamaan Persepsi Mata Kuliah Semester Genap 2024/2025, sebanyak 34 peserta, termasuk tujuh dosen dari Pontianak, duduk bersama dalam Zoom Meeting untuk menyelaraskan visi. Karena, jujur saja, siapa sih yang mau kuliah yang gitu-gitu aja tanpa arah yang jelas?
Acara dibuka oleh moderator Nadiyah Hidayati , lalu disusul sambutan dari Dr. Candra Agustina Kaprodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Solo. Pesannya? “Mahasiswa harus paham alur kuliah dari awal, biar nggak nyasar di tengah jalan.”
Ya, siapa pun yang pernah salah ambil mata kuliah atau kebingungan dengan sistem penugasan pasti bisa relate dengan pesan ini.
Kuliah Semester Genap Gak Akan Sama Lagi!
Diskusi makin seru ketika enam dosen pengampu mata kuliah mulai membongkar Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Ada Dwiyatmoko Puji Widodo, Dede Firmansyah, Windi Irmayani, Angga Ardiansyah, Sifa Fauziah, dan Raja Sabaruddin—semuanya punya satu misi: bikin perkuliahan lebih jelas, lebih praktis, dan lebih terstruktur.
Mereka membahas semua hal teknis yang sering bikin mahasiswa bingung: bentuk mata kuliah, sistem penugasan, bobot nilai, hingga format UTS dan UAS. Bahkan, ada juga diskusi soal jumlah pertemuan minimal dan wajib, sesuatu yang sering dianggap remeh tapi krusial buat kelulusan.
Sesi diskusi langsung panas. Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta yang penasaran dengan output project mata kuliah. Jawabannya? Poster wajib, HKI atau jurnal bisa dipilih salah satu. Jadi, nggak ada alasan buat lari dari tanggung jawab akademik!
Ada juga diskusi soal mata kuliah terintegrasi, yang ternyata memerlukan kolaborasi intens antara tiga dosen sebelum perkuliahan dimulai. Jadi, bukan cuma mahasiswa yang harus kerja sama dalam kelompok, dosennya juga!
Menurut Raja Sabaruddin, Kaprodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Pontianak, kegiatan ini sangat krusial. “Ini bukan sekadar formalitas, tapi cara kita memastikan semua dosen dan mahasiswa punya pemahaman yang sama tentang kurikulum.”
Selain itu, dosen-dosen juga didorong untuk bergabung dalam grup mata kuliah dan berkomunikasi dengan Unit Penjaminan Mutu (UPA). Tujuannya? Supaya perkuliahan terus berkembang dan makin berkualitas.
Di penghujung acara, moderator Nadiyah Hidayati, menutup sesi dengan apresiasi kepada semua peserta. Forum ini bukan cuma tentang persamaan persepsi, tapi tentang menyusun strategi agar semester genap nanti benar-benar berdampak bagi mahasiswa.
Semester genap ini, jangan harap perkuliahan bakal terasa monoton. Dengan semua update dari para dosen, siap-siap buat pengalaman belajar yang lebih fresh, lebih jelas, dan pastinya lebih menantang
0 Komentar